130 Tempat Wisata di Malang Batu dan Sekitarnya yang Wajib Dikunjungi

86. Coban Kodok

coban kodok

Coban Kodok

Coban Kodok adalah objek wisata air terjun yang masuk dalam wilayah Dusun Gumul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon. Dari pusat Kota Malang, air terjun ini jaraknya sekitar 31 kilometer. Jarak sejauh ini biasanya dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dengan kendaraan pribadi. Coban Kodok termasuk objek wisata yang belum dikelola. Selain itu, seperti beberapa air terjun lainnya di sekitar Kota Malang, untuk sampai ke lokasi air terjunnya para pengunjung harus berjalan kaki melewati medan yang relatif berat. Bagi sebagian besar wisatawan, biasanya objek wisata yang belum terkelola semacam ini adalah tempat yang harus dihindari. Karena, di sana sudah pasti tidak ada fasilitas apapun. Tapi bagi sebagian kecil yang berjiwa petualang, tempat semacam ini justru jauh lebih menarik karena sangat menantang dan pasti masih alami.

Saat tiba di dekat lokasi Coban Kodok, kendaraan harus dititipkan ke rumah penduduk setempat, karena memang belum ada area parkir yang tersedia. Setelah itu masih harus berjalan sejauh sekitar 1 kilometer. Selain medan yang cukup menantang, jalur yang dilalui cukup membingungkan. Jadi, jika memang bingung, sebaiknya langsung bertanya kepada penduduk lokal sebelum tersesat lebih jauh. Biasanya penduduk lokal akan dengan senang hati menunjukkan arahnya. Sebenarnya di kawasan Coban Kodok ada 2 air terjun. Dan karena memang belum dikelola, belum ada namanya sendiri-sendiri, dan oleh mereka yang sudah pernah ke sana hanya disebut sebagai Coban Kodok 1 dan Coban Kodok 2 saja. Air terjun pertama relatif tinggi, sekitar 70 meter. Sedangkan air terjun kedua jauh lebih pendek, hanya sekitar 30 meter saja.

Kedua air terjun di Coban Kodok memang indah. Selain itu, suasana sangat sunyi dan damai. Karena untuk sampai ke lokasi kedua air terjun para pengunjung harus berjalan kaki, sangat disarankan untuk mengenakan pakaian yang menunjang kegiatan hiking dan sandal gunung. Selain itu, sebelum berangkat, sebaiknya dipastikan bahwa badan benar-benar dalam kondisi yang sehat. Karena di jalur menuju ke lokasi air terjun banyak tempat-tempat yang bisa menjadi licin saat hujan, sebaiknya jangan mengunjungi Coban Kodok jika memang cuaca tidak mendukung.

87. Coban Putri

Di sekitar Kota Malang ada banyak objek wisata air terjun. Tapi memang, sebagian besar letaknya sangat terpencil, dan mewajibkan para pengunjung untuk berjalan kaki sangat jauh. Jika anda ingin berkunjung ke objek wisata air terjun, tapi anda tidak ingin hiking, mungkin Coban Putri dapat menjadi pilihan yang pas. Air terjun ini lokasinya masuk dalam wilayah Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Dari pusat Kota Malang, jarak tempat wisata alam ini sekitar 19 kilometer, dan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke sana jika menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan jika dari Alun-alun Kota Batu, jaraknya hanya sekitar 5 kilometer saja. Karena akses jalan menuju ke tempat ini relatif sulit, sangat disarankan untuk menggunakan sepeda motor, bukan mobil. Bagi pengunjung yang membawa mobil, hanya bisa sampai di dekat pintu utama saja. Setelah itu, mereka bisa naik ojek. Untuk perjalanan pulang pergi tarif ojek sebesar Rp. 20.000. Sedangkan untuk masuk ke lokasi air terjun tiket masuk yang harus dibeli seharga Rp. 8000 per orang.

coban putri

Coban Putri

Coban Putri adalah objek wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat. Jadi retribusi yang masuk dialokasikan untuk perawatan kawasan wisata tersebut, dan tentunya untuk kesejahteraan masyarakat. Berbeda dengan beberapa air terjun lainnya yang ada di sekitar Kota Malang, di sini para pengunjung tidak perlu berjalan kaki melewati medan yang berat. Selain itu, di lokasi dekat air terjun ada dua spot foto yang sangat menarik, yaitu sebuah ayunan, dan yang satu lagi tempat yang diberi julukan Tangan Dewa. Sesuai dengan namanya, ayunan di Coban Putri adalah sebuah ayunan. Tapi karena terletak di tempat yang tinggi, para pengunjung bisa berfoto di ayunan tersebut, dengan latar belakang pepohonan yang jauh di bawah, sehingga mereka akan terlihat seakan-akan sedang terbang di atas hutan. Sedangkan Tangan Dewa, adalah semacam gardu pandang yang dibuat dengan bentuk seperti tangan.

Air terjun di Coban Putri tergolong tidak terlalu tinggi, dengan ketinggian hanya sekitar 35 meter saja. Di bawah air terjun, para pengunjung bebas untuk bermain air sembari menikmati udara yang segar dan mendengarkan suara kicauan burung. Untuk saat ini, selain dua spot foto tadi, dan sebuah pendopo untuk istirahat, memang tidak ada fasilitas yang lainnya. Tapi, pengelola tempat ini terus melakukan perbaikan dan pengembangan.

88. Coban Siuk

Salah satu air terjun di sekitar Kota Malang yang paling terkenal keindahannya adalah Coban Siuk. Dari pusat Kota Malang, air terjun yang terletak di Desa Taji, Kecamatan Jabung ini jaraknya sekitar 30 kilometer, dan biasanya bisa dijangkau dengan menempuh perjalanan selama sekitar 1 jam. Nama air terjun yang satu ini tergolong unik, dan seringkali membuat orang penasaran. Konon nama Siuk berasal dari nama orang yang dulu memiliki lahan di lokasi air terjun tersebut, yaitu Mbok Siyok. Walaupun sudah dikeloa dengan relatif baik, Coban Siuk masih tergolong objek wisata yang baru. Jadi, suasana di sekitar air terjun masih alami karena memang belum banyak terjamah. Kondisi alam sekitarnya pun masih sangat bersih.

coban siuk

Coban Siuk

Kondisi jalan menuju ke lokasi Coban Siuk cukup bagus. Selain itu, pemandangan selama perjalanan sangat menarik karena kita bisa melihat hutan yang rindang, dan Kota Malang dari kejauhan. Para pengunjung yang menggunakan mobil harus parkir di dekat pos masuk. Sedangkan para pengunjung yang menggunakan sepeda motor bisa masuk sampai ke dalam area parkir yang dekat dengan lokasi air terjun. Di pos masuk setiap pengunjung wajib membayar retribusi sebesar Rp. 5000. Dari area parkir sepeda motor, jarak menuju ke lokasi air terjun tidak jauh, hanya sekitar 100 meter saja. Menariknya, selain air terjun utama, ada satu air terjun yang ukurannya kecil , yang terletak di pinggir jalan tersebut.

Air terjun di Coban Siuk tergolong tinggi, dengan ketinggian sekitar 70 meter. Suasana di dekat air terjun ini benar-benar mempesona. Udara yang sejuk, hijaunya pepohonan, dan percikan air benar-benar memberikan ketenangan yang seakan-akan membuat kita menyatu dengan alam. Dan memang, karena belum terlalu terkenal, suasana di objek wisata ini tergolong tenang, karena pengunjungnya biasanya tidak terlalu banyak. Di Coban Siuk memang belum tersedia fasilitas yang lengkap. Tapi, sudah ada taman kecil dengan bunga-bunga yang cantik, dan gazebo sebagai tempat untuk beristirahat atau bersantai bagi para pengunjung. Selain itu juga tersedia kamar mandi, dan ada warung yang menjual makanan. Objek wisata alam ini masih dalam proses pengembangan. Dan kedepannya, menurut berbagai sumber, akan ada banyak fasilitas pendukung seperti kolam renang, dan yang lainnya.

89. Coban Trisula

Jika anda mencari air terjun yang letaknya di sekitar Kota Malang, anda akan menemukan cukup banyak pilihan. Salah satunya bernama Coban Trisula. Jarak air terjun yang lokasinya berada dalam wilayah Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo ini sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Malang. Jadi, jika menggunakan kendaraan pribadi, dari pusat kota biasanya kita bisa sampai ke lokasi air terjun ini dalam waktu sekitar satu seperempat hingga satu setengah jam. Sebenarnya tempat wisata alam ini juga bisa dijangkau dengan kendaraan umum. Hanya saja, biasanya bagi sebagian besar wisatawan cara ini kurang praktis karena harus berpindah angkutan beberapa kali, dan setelah itu masih harus naik ojek.

coban trisula

Coban Trisula

Nama Coban Trisula mungkin sekilas terdengar menyeramkan. Tapi sebenarnya, air terjun yang satu ini diberi nama Trisula hanya berdasarkan tiga tingkatan yang ada padanya. Jadi, airnya memang tidak langsung terjun bebas dari ketinggian, melainkan melalui tingkatan-tingkatan tersebut. Memang sudah menjadi hal yang umum jika kita harus berjalan agak jauh saat mengunjungi objek wisata air terjun. Tapi, untuk di Coban Trisula, jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki tergolong sedang, yaitu sekitar 700 meter. Selain keindahan air terjunnya itu sendiri, di kawasan ini para wisatawan bisa menikmati banyak hal. Ada hutan yang rimbun dan alami, udara pegunungan yang sejuk, dan suara burung-burung yang berkicau riang.

Di setiap tingkatan yang ada pada Coban Trisula, ada beberapa benda yang mempunyai legenda masing-masing. Di air terjun yang paling bawah, ada bukit yang bentuknya mirip dengan kubah, batu tugu, dan batu meja berukuran kecil. Lalu di air terjun bagian tengah, ada batu meja berukuran besar, dan sebuah tebing batu. Sedangkan di air terjun yang paling atas, ada tebing batu, dan batu pintu. Biasanya para pengunjung yang suka dengan berbagai macam tumbuhan sangat menyukai daerah di sekitar Coban Trisula ini. Karena, ada banyak tumbuhan liar yang dapat dinikmati keindahannya, seperti anggrek, paku-pakuan, dan masih banyak lagi. Untuk masuk ke kawasan wisata Coban Trisula kita harus membayar sebesar Rp. 2.500. Tapi, ini adalah harga khusus untuk wisatawan domestik saja. Untuk wisatawan mancanegara, tarif masuknya sebesar 2 dollar.

90. Coban Baung

Sebagian besar tempat wisata lokasinya sangat mudah untuk ditemukan. Tapi, ada juga beberapa tempat wisata, khususnya tempat wisata alam, yang lokasinya tersembunyi. Salah satu contohnya adalah Coban Baung, yang terletak di Desa Cowek, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Dari pusat Kota Malang, air terjun ini berjarak sekitar 30 kilometer, yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit saja. Walaupun letaknya tersembunyi, lokasinya selain dapat dikunjungi dengan kendaraan pribadi, juga cukup mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum. Tempat wisata ini sudah dikelola dengan sangat baik dan tersedia fasilitas lengkap. Tapi bagaimanapun juga sebaiknya sebelum berkunjung ke sana kita tetap mempersiapkan segalanya dengan matang, termasuk kondisi fisik. Karena, perjalanan dari area parkir kendaraan menuju ke air terjunnya cukup melelahkan, dengan anak tangga yang curam. Sehingga, hampir tidak mungkin kita bisa beristirahat di tengah jalan, karena selain berbahaya juga akan mengganggu pengunjung lain yang akan lewat.

coban baung

Coban Baung

Walaupun terasa melelahkan, perjalanan menuju ke spot utama di Coban Baung sangat menarik. Karena, selain bisa melihat pemandangan alam sekitar yang asri, seringkali kita juga bisa melihat beberapa ekor monyet yang bergelantungan di pepohonan. Saat sudah hampir sampai di lokasi, kita akan bisa mendengar suara air terjun. Coban Baung yang ada di dalam Taman Wisata Alam Gunung Baung ini termasuk air terjun yang tinggi, dengan ketinggian sekitar 100 meter. Selain itu, air yang terjun juga cukup deras. Itulah sebabnya sebaiknya para pengunjung tidak terlalu dekat dengan air terjunnya. Apalagi mengingat bahwa sungai di bawah air terjun ini penuh dengan bebatuan yang dalam kondisi tertentu bisa menjadi sangat licin.

Untuk masuk ke Coban Baung, para pengunjung harus membayar sebesar Rp. 5000 per orang. Itu tentu saja belum termasuk biaya parkir sebesar Rp. 3000 untuk kendaraan roda 4 dan Rp. 2000 untuk kendaraan roda 2. Bagi para pengunjung yang membawa kamera, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 3000. Dari segi fasilitas, yang tersedia di Coban Baung cukup lengkap. Tapi itu semua bukan fasilitas milik air terjun itu sendiri, melainkan fasilitas milik Taman Wisata Alam Gunung Baung tempatnya berada. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain adalah area parkir, loket informasi, rest area & shelter, gardu pandang, kamar mandi, penginapan, ruang pertemuan, kafetaria, taman bermain anak, trek untuk jogging, tempat camping, dan kios yang menjual suvenir.