130 Tempat Wisata di Malang Batu dan Sekitarnya yang Wajib Dikunjungi

91. Taman Rekreasi Tlogomas

taman rekreasi tlogomas

Taman Rekreasi Tlogomas

Wisata taman Tlogomas ini menyajikan berbagai wahana yang cukup asyik, mulai dari taman bermain, kolam renang, dan berbagai spot foto yang unik-unik. Bila kamu hobi berfoto-foto, maka wisata ini menjadi tempat yang asyik untuk berburu foto sob.

Beberapa spot foto yang keren diantaranya seperti; patung dinosaurus raksasa, robot, patung singapura, dan lain-lain. Terdapat danau yang cukup luas di sana, dan menyediakan sepeda air untuk wisatawan yang ingin menaikinya. Sedangkan kolam renangnya, dibedakan antara anak-anak dan dewasa.

Harga tiket masuk taman rekreasi Tlogomas hanya Rp.20.000/orang. Lokasinya sangat mudah dijangkau sob, berada di sebelah kanan dari jalur Malang РBatu. Alamat lengkapnya di jalan Baiduri Pandan No. 17, Tlogomas, Malang, Jawa Timur.

92. Coban Supit Urang

Jika anda sedang mencari tempat wisata yang benar-benar menawarkan keindahan alam dan nyaris belum terjamah, mungkin anda harus coba mengunjungi Coban Supit Urang. Air terjun yang masuk dalam wilayah Desa Madiredo Kecamatan Pujon, Malang ini memang belum terkenal, dan belum dikelola dengan maksimal, jadi masih sangat alami. Tapi, tentunya berkunjung ke objek yang belum terkenal seperti ini bukan tanpa tantangan. Menemukan lokasi air terjun ini tidak mudah, dan anda harus berkali-kali bertanya ke penduduk setempat, karena memang akses jalan menuju ke sana sangat membingungkan. Selain itu, akan lebih praktis jika anda menggunakan sepeda motor saja. Karena, anda akan dapat mengendarainya sampai ke lokasi. Sedangkan jika anda menggunakan mobil, anda harus menitipkannya di rumah warga, dan melanjutkan dengan berjalan kaki.

coban supit urang

Coban Supit Urang

Dibandingkan dengan beberapa air terjun lainnya, Coban Supit Urang masih relatif sepi karena belum banyak pengunjungnya. Ini sebenarnya merupakan nilai plus, karena dengan demikian kita bisa benar-benar menikmati suasana alam yang tenang dan alami. Lingkungan sekitar masih asri, dan belum ada sampah-sampah yang berserakan, seperti yang sering kita temui di tempat-tempat wisata yang ramai. Di tempat ini anda bisa menikmati panorama alam yang indah, dan tentunya menikmati cipratan air yang jernih dan menyegarkan. Sebenarnya di tempat ini ada 2 air terjun, yang diberi nama Supit Urang 1, dan Supit Urang 2. Selain itu, ada juga spot menarik yang diberi nama Watu Talang.

Jika anda ingin mengunjungi Supit Urang 2, sebaiknya anda mempersiapkan fisik dan nyali. Karena, untuk sampai ke lokasi air terjun yang ini anda harus menuruni tangga bambu yang tingginya sekitar 12 meter. Memang sudah disiapkan tali kawat baja sebagai tempat untuk pegangan. Tapi tetap saja sangat menakutkan, terutama bagi yang takut dengan ketinggian. Objek wisata alam Coban Supit Urang ini dikelola oleh Komunitas Puncara. Biaya masuk ke Coban Supit Urang sebesar Rp. 5000 per orang. Selain itu, tentunya anda juga harus membayar biaya parkir. Objek wisata alam ini masih dalam proses pengembangan. Untuk fasilitas, yang sudah tersedia saat ini adalah area parkir dan camping ground.

93. Pantai Kaliapus

Berwisata ke pantai memang menyenangkan. Masalahnya, pada saat liburan, biasanya hampir semua pantai dipenuhi oleh wisatawan. Ini membuat kita tidak bisa menikmati suasana pantai yang sesungguhnya. Untuk bisa menikmati suasana pantai yang alami, kita harus berkunjung ke pantai yang masih perawan, seperti Pantai Kaliapus yang lokasinya masuk dalam wilayah Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Memang pantai ini cukup jauh. Dari Kota Malang, jarak yang harus ditempuh sekitar 75 kilometer, dan ini memakan waktu sekitar 3 jam. Letak pantai ini masih satu daerah dengan Pantai Sendiki. Dan memang, untuk bisa sampai ke Pantai Kaliapus, kita harus ke Pantai Sendiki terlebih dahulu, baru kemudian berjalan kaki dari sana.

pantai kaliapus

Pantai Kaliapus

Pantai Kaliapus memang bukan pantai yang komersil. Jadi, sangat sedikit orang yang berkunjung ke pantai ini. Selain itu, pantai ini memang kesannya tertutup, dengan berbagai macam larangan dengan alasan keselamatan. Contohnya, siapapun yang ingin ke pantai ini harus memakai jasa guide dari Pantai Sendiki. Selain itu, guide pun tidak akan langsung bersedia menemani ke sana, apalagi kalau sudah terlalu sore. Karena menurut penduduk sekitar, di Pantai Kaliapus banyak hewan buas yang biasanya berkeliaran saat malam hari. Harga sewa guide pun relatif mahal. Kita harus mengeluarkan antara 100 sampai dengan 200 ribu rupiah per rombongan. Itu pun masih dengan batasan waktu. Kita hanya boleh berada di pantai itu selama maksimal 5 jam saja.

Di Pantai Kaliapus kita bisa menikmati suasana pantai yang masih alami, karena memang ini bukan pantai yang komersil. Hamparan pasir di pantai ini bersih, tanpa sampah yang berasal dari wisatawan, karena memang tidak banyak orang yang kesana. Walaupun tempatnya terkesan sunyi dan tenang, tidak boleh ada orang yang menginap di kawasan pantai ini. Dan peraturan ini bukan sekedar formalitas, melainkan larangan yang serius. Pengunjung yang nekad menginap akan didatangi oleh penduduk setempat. Selain karena faktor keselamatan, banyak faktor lain yang melatarbelakangi peraturan ini. Karena pantai ini tidak dikelola untuk wisata, tidak ada tiket masuk yang harus dibeli. Tapi, karena untuk masuk ke pantai ini kita harus lewat Pantai Sendiki, kita harus membeli tiket di sana yang harganya Rp. 5000. Masih ada juga biaya parkir sebesar Rp. 5000 per kendaraan. Untuk fasilitas, di Pantai Kaliapus jelas tidak tersedia apapun. Jadi, sebelum berangkat ke sana kita harus mempersiapkan segalanya dengan matang.

94. Pantai Licin

Di Indonesia memang ada banyak objek wisata alam yang indah. Tapi, beberapa di antaranya tidak terlalu mudah untuk dijangkau karena memang belum dikelola dengan baik. Salah satu contohnya adalah Pantai Licin. Pantai yang indah ini lokasinya masuk dalam wilayah Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Malang. Untuk sampai ke pantai ini, kita harus menggunakan kendaraan pribadi, karena memang belum ada kendaraan umum yang rutenya sampai ke sana. Selain itu, akan lebih praktis jika kita menggunakan sepeda motor. Sepeda motor pun bukan yang sembarangan, melainkan harus yang kuat untuk medan berat. Karena, jalanan menuju ke pantai ini cenderung sempit dan medannya sulit. Bahkan, ada tempat-tempat tertentu yang memang tidak bisa dilewati oleh mobil karena terlalu berbahaya, misalnya jalan yang sempit dan dekat dengan jurang.

pantai licin

Pantai Licin

Walaupun untuk bisa sampai ke pantai ini dibutuhkan perjuangan, semua rasa lelah akan sirna saat tiba di pantai ini dan melihat keindahannya. Pasir di pantai ini berwarna hitam. Dan berbeda dengan pantai yang ramai, di pantai yang masih sepi ini lingkungannya bersih dan alami, tanpa sampah. Ombak di pantai ini tidak besar. Jadi, aman bagi para pengunjung yang ingin mandi atau sekedar bermain-main air. Menurut beberapa sumber, sebenarnya dulu pasir di pantai ini berwarna putih. Tapi, kemudian semuanya tertutupi oleh muntahan lahar Gunung Semeru yang masuk ke laut dari Sungai Glidik dan terbawa air sampai ke pantai ini. Selain pemandangan yang indah dan alami, di pantai ini kita bisa melihat kegiatan para nelayan yang sedang mencari ikan.

Karena Pantai Licin memang belum dikelola menjadi tempat wisata yang komersil, untuk masuk ke pantai ini kita tidak perlu membayar serupiahpun. Tapi di sisi lain, karena memang tidak ada yang mengelola, di pantai ini tidak ada fasilitas apapun untuk wisatawan. Berbeda dengan beberapa pantai lainnya yang lokasinya tersembunyi, di Pantai Licin ini tidak ada mitos atau cerita misteri yang menyeramkan. Para wisatawan yang ke pantai ini bebas untuk bermalam atau camping di tepi pantai. Dan sebenarnya, ini adalah cara terbaik untuk bisa menikmati indahnya matahari terbit.

95. Pantai Pancer

Sebenarnya di Kabupaten Malang ada banyak pantai yang indah, tapi belum banyak dikenal oleh wisatawan. Salah satunya bernama Pantai Pancer, yang lokasinya berada di dalam wilayah Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dari pusat Kota Malang, jarak ke pantai ini sekitar 68 kilometer. Jarak ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dalam waktu sekitar 2,5 jam. Pantai ini cukup mudah untuk ditemukan. Jika kita berangkat dari Kota Malang, kita tinggal menuju ke arah Pantai Sendangbiru. Kemudian, kita mengikuti arah penunjuk jalan menuju Klepu, lalu menuju ke Desa Sidoasri. Setelah sampai di desa tersebut, kita dapat dengan mudah menemukan papan penunjuk jalan ke Pantai Pancer. Ini sebenarnya bukan satu-satunya rute menuju ke Pantai Pancer. Tapi, rute inilah yang paling mudah. Untuk mempermudah, tidak ada salahnya jika kita menggunakan Google Maps. Tapi hati-hati, jangan sampai salah karena ada beberapa pantai yang bernama Pantai Pancer.

pantai pancer

Pantai Pancer

Di Pantai Pancer kita bisa menikmati pemandangan pantai yang masih asri dan bersih. Karena memang, jika dibandingkan dengan pantai-pantai yang terkenal, pantai ini relatif sepi dan tidak banyak pengunjungnya. Di pantai ini ombaknya tidak terlalu tinggi. Dan memang pantai ini juga dikenal dengan nama Pantai Banyu Anteng, atau pantai dengan air yang tenang. Jadi, pantai ini cukup aman bagi pengunjung yang ingin sekedar berendam atau bermain air di tepian. Tapi bagaimanapun juga, karena pantai ini masuk dalam kawasan pantai selatan, sebaiknya jangan terlalu ke tengah, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Di sekeliling Pantai Pancer ada banyak bukit yang asri. Biasanya, bukit-bukit tersebut menjadi tempat yang menarik bagi para penggemar hiking, karena medannya yang terjal cenderung menantang bagi yang menyukainya.

Pantai Pancer sangat cocok bagi para pengunjung yang memang berencana untuk berlama-lama atau bahkan menginap. Mereka bisa mendirikan tenda di beberapa spot yang memang sangat cocok untuk camping. Lalu, di pagi hari, mereka bisa menikmati indahnya pemandangan saat matahari terbit. Sebagai tempat wisata, memang Pantai Pancer tergolong minim fasilitas. Jadi, sebaiknya para pengunjung membawa semua perlengkapan yang mereka butuhkan dari rumah.