Dago Pakar Bandung, Taman Wisata Alam yang Menarik Untuk Dikunjungi

dago pakar bandung
Dago Pakar Bandung

Di daerah Bandung bagian utara, terdapat sebuah kompleks taman wisata alam yang tersohor bernama Dago Pakar. Destinasi wisata dengan luas areal lebih dari 500 hektar ini juga merupakan kawasan hutan lindung pertama di Indonesia. Selain itu, tidak hanya menawarkan panorama alam yang indah, hutan kota yang satu ini juga memiliki banyak nilai historis sebagai saksi bisu masa-masa penjajahan Belanda dan Jepang sekaligus kepada bangsa Indonesia, terutama terhadap warga Bandung yang terkenal akan semangat juang tinggi dalam memberi perlawanan.

Nama asli komplek wisata hutan kota ini sebenarnya Tahura Djuanda atau Taman Hutan Raya Djuanda dan disahkan oleh mantan Presiden kedua RI, yakni Bapak Soeharto. Namun, karena berada di puncak Dago, maka masyarakat lebih familiar menyebutnya sebagai Dago Pakar. Tarif tiket masuk yang dibebankan kepada pengunjung sangat terjangkau, yakni hanya sebesar Rp. 7.500,- saja per orang, pengunjung sudah bebas mengeksplorasi setiap sudut Dago Pakar yang sangat luas, bahkan mungkin tidak cukup dalam sehari saja untuk menikmatinya.

Destinasi Menarik Di Dago Pakar Bandung

Sebagai salah satu wisata Bandung yang sangat tersohor dan memiliki luas areal fantastis, Dago Pakar menyediakan banyak spot menarik untuk dikunjungi, bahkan Dago Pakar pun memiliki akses langsung ke wilayah Lembang yang memang berada tak jauh dari kompleks hutan raya tersebut. Berikut ini adalah spot-spot menarik yang wajib dikunjungi ketika berwisata ke Dago Pakar Bandung :

Gua Belanda

Sebagaimana telah disebut di atas, Dago Pakar Bandung ini telah menyaksikan banyak peristiwa penting dalam masa-masa penjajahan. Salah satunya lokasi yang disebut Gua Belanda, yang awalnya merupakan benteng pertahanan rahasia mereka. Namun, ketika perlawanan masyarakat Indonesia sudah tidak terbendung lagi dan prajurit Belanda dalam posisi genting, mereka pun mengubah markas tersebut menjadi tempat persembunyian.

Gua Jepang

Usai terbebas dari cengkeraman Belanda, Indonesia belum dapat bernapas lega atas invasi dari prajurit Jepang yang turut berupaya untuk menjajah tanah nusantara dan merebut komoditi rempah rakyat yang melimpah demi kepentingan bangsa mereka. Mereka menggunakan bekas benteng Belanda untuk dijadikan markas utama juga. Pada akhirnya, kependudukan mereka tidak bertahan lama karena pejuang kemerdekaan kembali berhasil mengusir penjajah dari tanah pertiwi.

Baca Juga: Ranca Upas Bandung

Hobi traveling, jogging, blogging, dan fotografi.