Lokasi dan Harga Tiket Masuk Sanghyang Heuleut Bandung

Diposting pada
sanghyang heuleut bandung
Sanghyang Heuleut Bandung

Beberapa waktu terakhir, Sanghyang Heuleut menjadi topik yang cukup hangat di kalangan pengguna media sosial Instagram setelah banyak pengguna yang mengunggah keindahan wisata bandung tersebut. Sanghyang Heuleut pun kemudian menjadi sangat populer dan semakin ramai dikunjungi wisatawan. Untuk dapat masuk ke areal Sanghyang, wisatawan harus membayar retribusi berupa tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- per orang. Sanghyang Heuleut sendiri lokasinya berada di kawasan PLTA Saguling, Cipatat, Bandung Barat. Perjalanan dari pusat kota Bandung akan memakan waktu selama kira-kira satu jam.

Sanghyang sendiri memiliki arti “suci” sedangkan heleut berarti “antara dua waktu”, sehingga Sanghyang berarti tempat suci di antara dua waktu. Hal ini ditujukan pada mitos yang diyakini masyarakat sekitar bahwa Sanghyang Heleut merupakan tempat mandi para bidadari. Sanghyang Heuleut sendiri bersampingan dengan Sanghyang Tikoro dan Sanghyang Poek yang juga tak kalah indah. Tempat ini berupa danau yang dikelilingi oleh bebatuan dan tebing serta sungai kecil dan pepohonan hijau yang mana menghasilkan panorama amat indah dan menciptakan spot-spot foto alami.

Untuk mencapai Sanghyang Heuleut, harus ditempuh dengan berjalan kaki. Disarankan untuk menggunakan sepatu yang memiliki sol anti licin karena medan yang harus dilalui cukup terjal dan sulit. Lebih baik tidak datang di saat musim penghujan, karena selain debit air yang terlalu deras, jalanan sekitar pun menjadi becek dan semakin licin yang kian menyulitkan jangkauan menuju Sanghyang ini berada. Di lokasi wisata alam yang satu ini, selain bisa puas berfoto, wisatawan juga dapat bermain air dan berenang.

Mengenai fasilitas penunjang lain, sayangnya Sanghyang Heuleut masih sangat kurang, karena tidak memiliki memiliki sarana dan prasarana yang memadai akibat kurangnya campur tangan pemerintah setempat guna meningkatkan daya tariknya sebagai destinasi wisata resmi. Untuk toilet, wisatawan dapat menumpang di salah satu rumah warga dan memberikan kontribusi seikhlasnya. Sebagian warga juga selain menjadi pemandu wisata menuju Sanghyang membuka warung kecil-kecilan yang menjual makanan ringan seperti gorengan dan juga minuman yang cukup untuk mengganjal perut setelah puas bermain.

Baca Juga: Curug Layung Bandung Barat

Hobi jalan-jalan, fotografi, dan blogging.